Tuesday, 30 May 2017

Renungan : HATI YANG BERSIH



Allah berfirman :

وَلَا تُخْزِنِي يَوْمَ يُبْعَثُونَ  يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ  إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

Dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan,
(yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna,
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih
(QS. 26:87-90)

Ada ibadah yang sangat bernilai di sisi Allah, tapi perlu ber-JIHAD dalam mewujudkannya, dialah :
 “Hati yang Bersih

Sebagian dari mereka ada yang mengatakan
 :
“Setiap kali aku melewati rumah seorang muslim yang megah, aku mendoakannya agar diberkahi”

“Setiapkali kulihat kenikmatan pada seorang muslim, aku mendoakan ‘Ya Allah, jadikanlah kenikmatan itu penolong baginya untuk taat kepada-Mu dan berikanlah keberkahan kepadanya’

“Setiap kali kulihat seorang muslim berjalan bersama istrinya, aku berdoa kepada Allah, Semoga Dia menyatukan hati keduanya di atas ketaatan kepada Allah"

“Setiapkali aku berpapasan dengan pelaku maksiat, kudoakan dia agar mendapat hidayah"

“Aku selalu berdoa semoga Allah memberikan hidayah kepada hati manusia seluruhnya, di sehingga leher mereka terbebas (dari neraka), begitu pula wajah mereka diharamkan dari api neraka”

“Setiapkali hendak tidur, aku berdoa ‘Ya Rabb-ku, siapapun dari kaum muslimin yang berbuat zalim kepadaku, sungguh saya telah memaafkannya. Oleh karena itu, maafkanlah dia, karena diriku terlalu hina untuk menjadi sebab disiksanya seorang muslim di neraka"

Itulah hati-hati yang bersih. Alangkah perlunya kita kepada hati-hati yang seperti itu

"Ya Allah, jangan halangi kami untuk memiliki hati seperti ini, karena hati yang jernih adalah penyebab kami masuk surga."

Suatu malam, Al Hasan Al Bashri berdoa :
“Ya Allah, maafkanlah siapa saja yang menzalimiku”... dan ia terus memperbanyak doa itu, sehingga ada seseorang yang bertanya kepadanya :
“Wahai Abu Sa'id (Al Hasan Al Bashri), sungguh malam ini aku mendengar engkau berdoa untuk kebaikan orang yang menzalimimu, sehingga saya berangan-angan, andai saja aku termasuk orang yang menzalimimu, maka apakah yang membuatmu melakukannya?”

Beliau menjawab:
Allah berfirman :

 ﻓَﻤَﻦْ ﻋَﻔَﺎ ﻭَﺃَﺻْﻠَﺢَ ﻓَﺄَﺟْﺮُﻩُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪ

“Barangsiapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya kembali kepada Allah”. (QS. 42:40)
(kisah ini ada pada kitab Syarah Shahih Bukhari, karya Ibnu Baththol, 6/575-576)

Hidup ini bagai bunga mawar. Padanya terdapat keindahan yang membuat bahagia, namun padanya juga terdapat duri yang menyakiti kita.

Apapun yang ditakdirkan menjadi milik kita akan mendatangi kita walaupun kita lemah!
Sebaliknya apapun yang tidak ditakdirkan menjadi milik kita, maka kita tidak akan dapat meraihnya, bagaimanapun kuatnya kita!
Segala puji hanya bagi Allah atas segala nikmat dan karunia-Nya.

Baarakallahu fiikum
Semoga bermanfaat

No comments:

Post a Comment